Minggu, 03 Agustus 2008

MUHAMMAD SAIDIL {CLUB KOMPUTER}

APA KABAR BERAU ,SAYA BUATKAN BLOGGER BUAT KALIAN ANAK SMK KEPERAWATAN SEHAT PERSADA ,WALAUPUN JAUH DARI MAKASSAR TAPI INTERNET BISA MENJANGKAU SEMUA ,SALAM KENAL MUHAMMAD SAIDIL CLUB KOMPUTER.';...............';SILAHKAN UNTK MELIHAT BLOGGER SMK KEPERAWATAN SEHAT PERSADA KALTIM

DIPOSTING OLEH :CO PROGRAMER MAKASSAR

smk sehat persada kaltim -berau
DI POSTING OLEH:MUHAMMAD SAIDIL KLUB KOMPUTER
Serba-Serbi Pemberian & Penyimpanan Obat Bayi dan Anak Print E-mail
kotak obatSemua orangtua pasti merasa khawatir ketika bayinya sakit. Bukan semata-mata perihal sakitnya yang membuat Anda khawatir, acara memberikan obat kepada si kecil pun seringkali membuat orangtua stress.

Lebih mudah memberikan obat kepada bayi dengan menggunakan pipet. Jika misalnya alat penakar dosis yang tersedia dalam kemasan obat adalah sendok, bukannya pipet, Anda dapat memanfaatkan spuit atau alat suntik (tanpa jarumnya) yang dapat dengan mudah dibeli di apotek. Cara memberikan obatnya adalah sebagai berikut:
masukkan sedikit bagian spuit ke dalam mulut bayi melalui bagian sudut mulutnya. Lalu keluarkan obat secara perlahan-lahan. Ingatlah, ketika mengeluarkan obat, arahkan ke bagian dalam pipi bukannya ke tenggorokan. Kalau diarahkan langsung ke tenggorokan, bayi Anda bisa tersedak.

Kalau bayi Anda meronta-ronta terus ketika akan diberi obat, sebaiknya ada orang lain yang membantu Anda untuk memegangi atau menggendongnya. Atau, Anda dapat ‘membedongnya’ agar ia lebih tenang sedikit. Jika si kecil melepeh atau memuntahkan obatnya sebanyak dosis yang Anda berikan, coba berikan kembali beberapa saat kemudian. Biasanya, obat-obatan untuk bayi aman atau dapat dicampurkan ke dalam makanan atau susunya. Tapi sebelumnya pastikan bahwa hal tersebut memang tertera dalam instruksi pemakaian obat, yang ada di dalam kemasan. Bila segala daya dan upaya telah dilakukan tapi si kecil masih terus- menerus memuntahkan obatnya, segera berkonsultasilah ke dokter.

Ada beberapa hal lain yang tak kalah penting dan sebaiknya Anda perhatikan, yaitu :

* Selalu berikan obat yang memang dikhususkan untuk bayi. Satu jenis obat dapat tersedia dalam berbagai bentuk, seperti sirop dan tetes. Untuk mengetahui sediaan mana yang tepat untuk bayi Anda, tanyakan ke dokter anak.
* Sebaiknya di rumah Anda juga menyetok obat-obatan khusus untuk anak, sebagai pertolongan pertama. Misalnya, paracetamol khusus bayi/anak, balsam khusus bayi/anak, minyak kayu putih/telon, larutan NaCL fisiologis, band aids/plester, betadine/cairan antiseptik. Jika bingung, tanyakan ke dokter anak, obat-obatan apa yang tepat untuk persediaan di rumah.
* Sebaiknya jangan berikan obat-obatan over-the-counter (yang dapat dibeli tanpa resep dokter) selama lebih dari 2-3 hari, kecuali sepengetahuan dokter anak.
* Ketika dokter anak meresepkan obat untuk anak Anda, jangan segan-segan untuk meminta keterangan rinci tentang obat (seperti cara kerja dan efek samping obat) tersebut kepada dokter. Karena sebaiknya Anda mengetahui dengan benar jenis obat itu, termasuk apakah obat harus dikonsumsi sampai habis, waktu dan frekuensi pemberian obat. Minta salinan resep kepada apoteker untuk arsip Anda.
* Berikan obat dalam dosis yang tepat. Selalu gunakan pipet atau sendok takar yang tersedia dalam kemasan obat.
* Simpan obat-obatan dalam tempat yang tidak mungkin diraih anak-anak, kalau perlu kunci lemari penyimpanannya.
* Secara rutin, paling baik tiap 2 bulan atau sekurang-kurangnya tiap 6 bulan, periksalah stok obat-obatan di rumah. Singkirkan atau buang obat-obatan yang sudah daluwarsa dan yang sudah tak terpakai.
* Selalu simpan obat-obatan dalam kemasan aslinya. Tujuannya, ketika sewaktu-waktu Anda perlu mengecek komposisi, kontraindikasi, atau dosis pemberiannya, Anda tak kebingungan.
* Memastikan selalu ada persediaan bumbu-bumbu dapur, seperti jahe, kunyit, kencur, asam, bawang merah, juga akan sangat menguntungkan. Karena sebagai pertolongan pertama juga dapat menggunakan ramuan tradisional. Misalnya, membalurkan campuran bawang merah dan minyak kayu putih/telon pada perut si kecil, cukup menolong ketika si kecil terkena kolik. (EG-index)
BERITATERKAIT
KONRO DENGAN SEGUDANG REMPAH ...
TURUNKAN KOLESTEROL DENGAN SERAT OAT
MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL SAJA ...





Tentang Obat Antikolesterol


Oleh: Dr. Handrawan Nadesul, Dokter Umum

Kasus:

“Saya sudah sepuluhan tahun mengonsumsi obat antikolesterol. Kolesterol saya sangat tinggi. Tak bisa turun hanya dengan cara berdiet rendah lemak saja. Belakangan ini saya mulai merasakan tidak enak pada badan saya. Rasanya sering pegal-pegal di paha, dan sela iga juga. Tak berkurang dengan minum obat antipegal. Pertanyaan saya: 1. Apakah itu efek samping obat antikolesterol, atau ada penyakit lain? 2. Kalau betul itu sebab efek samping obat, adakah jenis obat antikolesterol lain yang lebih aman? 3. Bagaimana menurunkan kolesterol tanpa obat, selain dengan berdiet stop mengonsumsi makanan berlemak?"

(Ton. Sap., Bandung)

Jawaban:

Coba Ganti Obat

1. Ya, jenis obat antikolesterol yang Anda minum selama ini golongan apa? Memang ada jenis antikolesterol yang efek sampingnya pada otot (myopathy). Kemungkinan golongan itu yang selama ini Anda pakai. Coba pastikan dulu kepada dokter yang meresepkannya. Termasuk menanyakan apakah perlu diganti. Mengapa?

2. Oleh karena efek samping tersebut tak boleh dibiarkan. Sekarang tersedia golongan antikolesterol lainnya, yang selain lebih kuat daya menurunkan kolesterol, efek sampingnya juga tidak mengenai otot. Namun, tentu sebagaimana lazimnya semua obat baru, efek sampingnya mungkin baru akan kedapatan setelah lama dipakai masyarakat luas.

3. Kolesterol tinggi jenis yang turunan, memang harus bergantung pada obat sepanjang hayat. Ada jenis turunan yang hanya kolesterolnya saja yang tinggi. Ada juga yang trigliseridanya saja. Ada juga yang kedua-duanya tinggi.

Pada kasus turunan, memang harus terus bergantung pada obat. Mengapa? Karena kendati diet tanpa menu berlemak pun, lipid darahnya (trigliserida dan kolesterol) tetap saja lebih dari normal. Itu lantaran “dapur” tubuhnya sudah keliru dalam mengolah lemak tubuh. ***
Jasa Profesional Apoteker
Posted by MDP in Friday, June 13th 2008
Topics: Apotek, Apoteker, Inspirasi
Tags: CEO, Jasa Profesional, Kompetensi, TATAP, UMP

Menurut pakar manajemen strategik Michael Porter, terdapat 5 faktor yang mempengaruhi persaingan. Salah satunya adalah hambatan masuk atau barrier to entry. Hambatan masuk berbanding terbalik dengan intensitas persaingan. Semakin tinggi hambatan masuk semakin rendah tingkat persaingannya, begitu juga sebaliknya.

Hambatan masuk bisa berasal dari upaya internal maupun eksternal. Meningkatkan upaya hambatan masuk secara internal bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya penggunaan teknologi, penerapan standar kompetensi SDM dan lain lain. Sedangkan secara eksternal hambatan masuk biasanya tercipta karena regulasi.

Bagaimana kita melihat hambatan masuk dalam dunia perapotekan menggunakan teori Pakde Porter? Sayang saya tidak memiliki data pasti tentang penambahan jumlah apotek per tahun. Namun kalau diamati regulasi pendirian apotek dari waktu ke waktu terlihat semakin mudah. Ini berarti hambatan masuk secara eksternal juga relatif rendah. Secara internal juga demikian. Supply apoteker sebagai penanggungjawab apotek dewasa ini bisa mencapai lebih dari 2000 orang pertahun. Teknologi yang digunakan juga (relatif) tidak canggih. Barangkali yang (sedikit) menjadi kendala adalah modal. Bahkan karena rendahnya hambatan masuk, dalam satu komplek bisa terdapat puluhan apotek.

Dengan analisis sederhana diatas, saya ingin melemparkan ide untuk menciptakan hambatan masuk secara internal. Apa itu? Jasa Profesional Apoteker!

Sebelum kita masuk ke pokok masalah kita coba lihat dulu kondisi di lapangan. Kebanyakan apoteker di apotek masih dianggap bekerja sehingga mereka mendapatkan gaji. Gaji apoteker bervariasi tergantung kondisi apotek. Tapi saya dengar masih ada apoteker yang di gaji setara dengan Upah Minimum Propinsi (UMP). Luar biasa (memprihatinkan)… Ini menunjukkan betapa rendahnya posisi tawar apoteker.

Pencanangan program TATAP oleh ISFI adalah proses transformasi peran apoteker. Selain itu juga sebagai wujud kepedulian ISFI terhadap anggauta agar posisi tawar apoteker meningkat. Melalui program ini peran apoteker akan semakin kongkrit. Apoteker bukan lagi sebagai pegawai tetapi CEO. Maka dari itu apoteker bukan mendapatkan gaji tetapi jasa profesional.

Jasa profesional apoteker nantinya ditetapkan oleh ISFI. Komponen jasa profesional bermacam macam dan harus memasukkan unsur resiko didalamnya. Jangan lupa resiko yang ditanggung apoteker tidak rendah. Ancaman hukuman pidana tersedia bagi apoteker yang lalai menjalankan kewajibannya.

Oleh karena itu saya punya usul agar jasa profesional apoteker ditetapkan lebih menantang. Misalnya minimal Rp. 5.000.000 per bulan. Darimana angka itu ditetapkan? Untuk mencari pembenarannya mudah, yang penting adalah esensinya.

Jasa profesional merefleksikan kompetensi apoteker. Apotek tidak akan mampu bertahan bila apotekernya tidak kompeten. Dengan posisi sebagai CEO maka apoteker harus berpikir keras bagaimana apotek bisa bertahan. Apoteker dengan kompetensi yang minim tidak akan mampu bertahan. Untuk memelihara kompetensinya maka apoteker harus rajin meng update ilmunya.

Bila esensi ini difahami secara benar maka untuk mendirikan apotek bukan hal yang mudah. Demikian juga bagi apoteker yang akan berpraktek di apotek. Secara tidak langsung hal ini merupakan hambatan masuk dalam persaingan apotek. Dan yang paling penting dengan cara ini orientasi bisnis bisa diseimbangkan dengan idealisme profesi.
Pria dan ancaman kanker prostat
01/08/2008 - nita-medicastore.com

Prostat adalah kelenjar sebesar buah kenari yang letaknya tepat di bawah kandung kemih dan hanya ada pada kaum pria. Prostat adalah penghasil sebagian besar cairan di dalam air mani (semen) yang menjaga sperma agar tetap hidup.

Kelenjar prostat mulai berkembang sebelum bayi lahir dan akan terus berkembang hingga mencapai usia dewasa. Perkembangan prostat dipengaruhi oleh hormon seks pria, yaitu androgen. Hormon androgen yang utama adalah testosteron.

Seiring dengan meningkatnya usia, testosteron akan menyebabkan prostat secara perlahan membesar. Prostat yang membesar tersebut dapat menghambat aliran air seni melewati uretra (pembuluh yang membawa air seni dari kandung kemih), sehingga mempersulit atau memperlambat keluarnya air seni sewaktu buang air kecil. Kondisi ini disebut pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia/BPH), namun pembesaran prostat jinak bukanlah kanker.

Disebut sebagai kanker prostat jika sel-sel kelenjar prostat berkembang secara abnormal tidak terkendali sehingga mendesak dan merusak jaringan di sekitarnya. Menurut American Cancer Society, pada umumnya, kanker prostat berkembang dengan perlahan. Berdasarkan hasil otopsi di Amerika, pria usia lanjut yang meninggal karena suatu penyakit, ternyata juga menderita kanker prostat tetapi mereka tidak menyadarinya. Dalam studi ini juga dijelaskan sekitar 70-90% penderita kanker prostat tersebut berusia 80 tahun.


Gejala Tidak Khas

Kanker prostat tidak memberikan gejala yang khas pada stadium awal. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya kasus kanker prostat yang tidak terdeteksi hingga kanker tersebut menyebar (metastasis) di luar prostat. Gejala yang timbul tergantung dari stadium kanker dan sejauh mana kanker prostat telah menyebar.

Gejala awal kanker prostat yakni muncul keluhan berkemih (kencing) yang disebabkan kanker telah menekan kandung kemih atau uretra. Namun keluhan berkemih ini juga banyak ditemui pada penyakit terkait prostat lainnya, seperti pembesaran prostat jinak dan infeksi prostat (prosatitis). Sehingga untuk membedakan antara kanker prostat, pembesaran prostat jinak dan infeksi prostat diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Keluhan berkemih yang muncul seperti sering kencing dengan pancaran air seni melemah dan sering tidak tuntas. Adanya kanker pada prostat dapat menyebabkan darah keluar di urin atau air mani (semen). Kanker prostat yang telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul dapat menyebabkan kaki bengkak dan rasa tidak nyaman di daerah panggul. Sementara kanker prostat stadium lanjut yang telah menyebar ke tulang akan menimbulkan rasa sakit pada tulang yang tidak kunjung hilang, patah tulang, dan tekanan pada tulang belakang.


Kenali Faktor Risiko

Penyebab kanker prostat masihlah belum jelas. Namun penelitian telah menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat. Dengan mengetahui faktor risiko dapat membantu menentukan kapan sebaiknya Anda melakukan skrining kanker prostat. Faktor risiko tersebut diantaranya adalah:

* Usia
Merupakan faktor risiko terbesar kanker prostat. Kanker prostat jarang terjadi pada pria di bawah 40 tahun, namun risiko kanker prostat akan meningkat setelah usia 50 tahun. Dua dari tiga kasus kanker prostat ditemukan pada pria usia 65 tahun.

* Ras/etnis
Orang berkulit hitam memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat dibandingkan orang berkulit putih.

* Riwayat keluarga
Jika ayah atau saudara laki-laki Anda menderita kanker prostat, maka risiko Anda akan meningkat lebih dari dua kali lipat. Risiko akan semakin tinggi jika Anda memiliki kerabat yang terdiagnosa kanker prostat di bawah 65 tahun.

* Diet
Diet tinggi lemak dan obesitas (kegemukan) akan meningkatkan risiko kanker prostat. Teorinya, lemak akan meningkatkan produksi hormon testosteron yang akan membantu perkembangan sel kanker prostat.


Pentingnya Deteksi Dini

Oleh karena penyebab kanker prostat belum diketahui secara jelas, pencegahan terhadap kanker prostat saat ini belum sepenuhnya dapat dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan deteksi dini kanker prostat sehingga akibat yang fatal dapat dihindari.

American Cancer Society menyarankan pemeriksaan kanker prostat setiap tahun bagi pria di atas usia 50 tahun, pria yang paling sedikit masih mempunyai harapan hidup sekurang-kurangnya 10 tahun, dan pria muda yang memiliki risiko tinggi kanker prostat. Jika Anda berkulit hitam dan memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat, maka Anda dapat mulai melakukan pemeriksaan saat usia 45 tahun.

Pemeriksaan tahunan dapat mendeteksi kanker prostat secara dini, sehingga lebih mudah untuk melakukan pengobatan. Jika ditemukan lebih dini, kanker prostat dapat sembuh. Di sinilah pentingnya deteksi dini kanker prostat. Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan colok dubur dan tes PSA.

* Pemeriksaan colok dubur (Digital Rectal Examination/DRE)
Dengan menggunakan sarung tangan, dan jari yang diberi pelumas, dokter akan memeriksa prostat anda, apakah membesar dan ada benjolan. Prosedur pemeriksaan colok dubur ini mungkin menimbulkan rasa tidak enak sedikit, namun ini merupakan pemeriksaan yang cepat dan mudah.

* Tes PSA (Prostate-Specific Antigen/antigen khusus prostat)
Tes darah ini bertujuan untuk mengukur kadar protein yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat. Bila kadarnya tinggi mengindikasikan kanker prostat. Namun peningkatan kadar PSA kadang juga dapat disebabkan oleh pembesaran prostat, infeksi atau peradangan prostat.

Jika nilai tes PSA anda tinggi, maka dokter akan menyarankan melakukan biopsi prostat untuk mengetahui apakah Anda benar menderita kanker prostat. Biopsi prostat dilakukan untuk mendapatkan sampel jaringan prostat yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya sel kanker. Pemeriksaan ultrasonik (transrectal ultrasound) merupakan cara lain untuk mendeteksi kanker prostat.


Terapi yang Dapat Dipilih

Ada beberapa pilihan terapi kanker prostat. Pada beberapa pria, kombinasi terapi, misalnya pembedahan diikuti dengan radiasi atau radiasi dikombinasikan dengan terapi hormon, memberikan hasil yang baik. Terapi terbaik untuk tiap pria penderita kanker prostat dapat saja berbeda, tergantung dari seberapa cepat kanker menyebar, usia, dan harapan hidup. Di samping itu, keunggulan dan potensi efek samping terapi perlu juga dipertimbangkan.

Pilihan terapi penanganan kanker prostat diantaranya:

* Watchful waiting
Diperlukan tes PSA, pemeriksaan colok dubur, dan biopsi prostat rutin untuk memonitor perkembangan kanker prostat. Selama dilakukan watchful waiting, tidak diberikan terapi medis apapun. Watchful waiting merupakan pilihan jika kanker Anda tidak memperlihatkan gejala, diharapkan berkembang dengan sangat lambat, kanker berukuran kecil dan hanya terdapat di satu area prostat.

* Radiasi
Dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Kekurangannya, terapi ini dapat juga mempengaruhi jaringan sehat yang lain.

* Terapi hormonal
Terapi hormon dimaksudkan untuk mencegah tubuh memproduksi hormon seks pria, yakni testosteron yang dapat menstimulasi perkembangan sel kanker prostat. Terapi hormonal banyak digunakan pada kanker prostat stadium lanjut untuk memperkecil ukuran kanker dan memperlambat perkembangan kanker.

* Pengangkatan kelenjar prostat
Pengangkatan kelenjar prostat melalui pembedahan (prostatektomi radikal) dilakukan untuk kanker yang masih terbatas pada kelenjar prostat saja.

* Kemoterapi
Kemoterapi menggunakan bahan kimia untuk mencegah perkembangan sel-sel kanker. Kemoterapi digunakan pada kasus kanker prostat yang telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Bagi pria yang telah dijatuhi vonis kanker prosat, ini merupakan hal yang menakutkan. Kanker prostat tidak hanya akan mempengaruhi kualitas hidup mereka, namun juga karena terapi yang dilakukan dapat mengakibatkan efek samping seperti masalah kontrol berkemih (mengompol) dan yang paling menakutkan pria adalah disfungsi ereksi (impotensi).

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko Anda terkena kanker prostat, diantaranya:

* Kurangi konsumsi lemak
Diet tinggi lemak diketahui terkait dengan kanker prostat. Jadi, batasi konsumsi lemak anda dan mulailah perbanyak konsumsi buah, sayur, dan serat yang dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat.

* Berolahraga dengan teratur
Secara umum, berolah raga dengan teratur dapat menurunkan risiko terkena kanker, termasuk kanker prostat. Olah raga terbukti memperkuat sistem daya tahan tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, dan mencegah obesitas.
erkurangnya Pendengaran & Tuli
DEFINISI

Berkurangnya Pendengaran adalah penurunan fungsi pendengaran pada salah satu ataupun kedua telinga.
Tuli adalah penurunan fungsi pendengaran yang sangat berat.

PENYEBAB

Penurunan fungsi pendengaran bisa disebabkan oleh:
# Suatu masalah mekanis di dalam saluran telinga atau di dalam telinga tengah yang menghalangi penghantaran suara (penurunan fungsi pendengaran konduktif)
# Kerusakan pada telinga dalam, saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak (penurunan fungsi pendengaran sensorineural).

Penurunan fungsi pendengaran sensorineural dikelompokkan lagi menjadi:
- Penurunan fungsi pendengaran sensorik (jika kelainannya terletak pada telinga dalam)
- Penurunan fungsi pendengaran neural (jika kelainannya terletak pada saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak).

Penurunan fungsi pendengaran sensorik bisa merupakan penyakit keturunan, tetapi mungkin juga disebabkan oleh:
- Trauma akustik (suara yang sangat keras)
- Infeksi virus pada telinga dalam
- Obat-obatan tertentu
- Penyakit Meniere.

Penurunan fungsi pendengaran neural bisa disebabkan oleh:
- Tumor otak yang juga menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf di sekitarnya dan batang otak
- Infeksi
- Berbagai penyakit otak dan saraf (misalnya stroke) - Beberapa penyakit keturunan (misalnya penyakit Refsum).

Pada anak-anak, kerusakan saraf pendengaran bisa terjadi akibat:
- Gondongan
- Campak Jerman (rubella)
- Meningitis
- Infeksi telinga dalam.

Kerusakan jalur saraf pendengaran di otak bisa terjadi akibat penyakit demielinasi (penyakit yang menyebabkan kerusakan pda selubung saraf).

GEJALA

Penderita penurunan fungsi pendengaran bisa mengalami beberapa atau seluruh gejala berikut:
- kesulitan dalam mendengarkan percakapan, terutama jika di sekelilingnya berisik
- terdengar gemuruh atau suara berdenging di telinga (tinnitus)
- tidak dapat mendengarkan suara televisi atau radio dengan volume yang normal
- kelelahan dan iritasi karena penderita berusaha keras untuk bisa mendengar
- pusing atau gangguan keseimbangan.

DIAGNOSA

1. Pemeriksaan Dengan Garputala

Pada dewasa, pendengaran melalui hantaran udara dinilai dengan menempatkan garputala yang telah digetarkan di dekat telinga sehingga suara harus melewati udara agar sampai ke telinga.
Penurunan fungsi pendengaran atau ambang pendengaran subnormal bisa menunjukkan adanya kelainan pada saluran telinga, telinga tengah, telinga dalam, sarat pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak.

Pada dewasa, pendengaran melalui hantaran tulang dinilai dengan menempatkan ujung pegangan garputala yang telah digetarkan pada prosesus mastoideus (tulang yang menonjol di belakang telinga).
Getaran akan diteruskan ke seluruh tulang tengkorak, termasuk tulang koklea di telinga dalam. Koklea mengandung sel-sel rambut yang merubah getaran menjadi gelombang saraf, yang selanjutnya akan berjalan di sepanjang saraf pendengaran.
Pemeriksaan ini hanya menilai telinga dalam, saraf pendengaran dan jalur saraf pendengaran di otak.

Jika pendengaran melalui hantaran udara menurun, tetapi pendengaran melalui hantaran tulang normal, dikatakan terjadi tuli konduktif.
Jika pendengaran melalui hantaran udara dan tulang menurun, maka terjadi tuli sensorineural.
Kadang pada seorang penderita, tuli konduktif dan sensorineural terjadi secara bersamaan.

2. Audiometri

Audiometri dapat mengukur penurunan fungsi pendengaran secara tepat, yaitu dengan menggunakan suatu alat elektronik (audiometer) yang menghasilkan suara dengan ketinggian dan volume tertentu.
Ambang pendengaran untuk serangkaian nada ditentukan dengan mengurangi volume dari setiap nada sehingga penderita tidak lagi dapat mendengarnya.

Telinga kiri dan telinga kanan diperiksa secara terpisah.
Untuk mengukur pendengaran melalui hantaran udara digunakan earphone, sedangkan untuk mengukur pendengaran melalui hantaran tulang digunakan sebuah alat yang digetarkan, yang kemudian diletakkan pada prosesus mastoideus.

3. Audimetri Ambang Bicara

Audiometri ambang bicara mengukur seberapa keras suara harus diucapkan supaya bisa dimengerti.
Kepada penderita diperdengarkan kata-kata yang terdiri dari 2 suku kata yang memiliki aksentuasi yang sama, pada volume tertentu.
Dilakukan perekaman terhadap volume dimana penderita dapat mengulang separuh kata-kata yang diucapkan dengan benar.

4. Diskriminasi

Dengan diskriminasi dilakukan penilaian terhadap kemampuan untuk membedakan kata-kata yang bunyinya hampir sama.
Digunakan kata-kata yang terdiri dari 1 suku kata, yang bunyinya hampir sama.
Pada tuli konduktif, nilai diskriminasi (persentasi kata-kata yang diulang dengan benar) biasanya berada dalam batas normal. Pada tuli sensori, nilai diskriminasi berada di bawah normal. Pada tuli neural, nilai diskriminasi berada jauh di bawah normal.

5. Timpanometri

Timpanometri merupakan sejenis audiometri, yang mengukur impedansi (tahanan terhadap tekanan) pada telinga tengah.
Timpanometri digunakan untuk membantu menentukan penyebab dari tuli konduktif.
Prosedur in tidak memerlukan partisipasi aktif dari penderita dan biasanya digunakan pada anak-anak.

Timpanometer terdiri dari sebuah mikrofon dan sebuah sumber suara yang terus menerus menghasilkan suara dan dipasang di saluran telinga.
Dengan alat ini bisa diketahui berapa banyak suara yang melalui telinga tengah dan berapa banyak suara yang dipantulkan kembali sebagai perubahan tekanan di saluran telinga.
Hasil pemeriksaan menunjukkan apakah masalahnya berupa:
- penyumbatan tuba eustakius (saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung bagian belakang)
- cairan di dalam telinga tengah
- kelainan pada rantai ketiga tulang pendengaran yang menghantarkan suara melalui telinga tengah.

Timpanometri juga bisa menunjukkan adanya perubahan pada kontraksi otot stapedius, yang melekat pada tulang stapes (salah satu tulang pendengaran di telinga tengah).
Dalam keadaan normal, otot ini memberikan respon terhadap suara-suara yang keras/gaduh (refleks akustik) sehingga mengurangi penghantaran suara dan melindungi telinga tengah.
Jika terjadi penurunan fungsi pendengaran neural, maka refleks akustik akan berubah atau menjadi lambat. Dengan refleks yang lambat, otot stapedius tidak dapat tetap berkontraksi selama telinga menerima suara yang gaduh.

6. Respon Auditoris Batang Otak

Pemeriksaan ini mengukur gelombang saraf di otak yang timbul akibat rangsangan pada saraf pendengaran.
Respon auditoris batang otak juga dapat digunakan untuk memantau fungsi otak tertentu pada penderita koma atau penderita yang menjalani pembedahan otak.

7. Elektrokokleografi

Elektrokokleografi digunakan untuk mengukur aktivitas koklea dan saraf pendengaran.
Kadang pemeriksaan ini bisa membantu menentukan penyebab dari penurunan fungsi pendengaran sensorineural.

Elektrokokleografi dan respon auditoris batang otak bisa digunakan untuk menilai pendengaran pada penderita yang tidak dapat atau tidak mau memberikan respon bawah sadar terhadap suara.
Misalnya untuk mengetahui ketulian pada anak-anak dan bayi atau untuk memeriksa hipakusis psikogenik (orang yang berpura-pura tuli).

Beberapa pemeriskaan pendengaran bisa mengetahui adanya kelainan pada daerah yang mengolah pendengaran di otak.
Pemeriksaan tersebut mengukur kemampuan untuk:
- mengartikan dan memahami percakapan yang dikacaukan
- memahami pesan yang disampaikan ke telinga kanan pada saat telinga kiri menerima pesan yang lain
- menggabungkan pesan yang tidak lengkap yang disampaikan pada kedua telinga menjadi pesan yang bermakna
- menentukan sumber suara pada saat suara diperdengarkan di kedua telinga pada waktu yang bersamaan.

Jalur saraf dari setiap telinga menyilang ke sisi otak yang berlawanan, karena itu kelainan pada otak kanan akan mempengaruhi pendengaran pada telinga kiri.
Kelainan pada batang otak bisa mempengaruhi kemampuan dalam menggabungkan pesan yang tidak lengkap menjadi pesan yang bermakna dan dalam menentukan sumber suara.

PENGOBATAN

Pengobatan untuk penurunan fungsi pendengaran tergantung kepada penyebabnya.
Jika penurunan fungsi pendengaran konduktif disebabkan oleh adanya cairan di telinga tengah atau kotoran di saluran telinga, maka dilakukan pembuangan cairan dan kotoran tersebut.

Jika penyebabnya tidak dapat diatasi, maka digunakan alat bantu dengar atau kadang dilakukan pencangkokan koklea.


ALAT BANTU DENGAR

Alat bantu dengar merupakan suatu alat elektronik yang dioperasikan dengan batere, yang berfungsi memperkuat dan merubah suara sehingga komunikasi bisa berjalan dengan lancar.
Alat bantu dengar terdiri dari:
- Sebuah mikrofon untuk menangkap suara
- Sebuah amplifier untuk meningkatkan volume suara
- Sebuah speaker utnuk menghantarkan suara yang volumenya telah dinaikkan.

Berdasarkan hasil tes fungsi pendengaran, seorang audiologis bisa menentukan apakah penderita sudah memerlukan alat bantu dengar atau belum (audiologis adalah seorang profesional kesehatan yang ahli dalam mengenali dan menentukan beratnya gangguan fungsi pendengaran).
Alat bantu dengar sangat membantu proses pendengaran dan pemahaman percakapan pada penderita penurunan fungsi pendengaran sensorineural.

Dalam menentukan suatu alat bantu dengar, seorang audiologis biasanya akan mempertimbangkan hal-hal berikut:
- kemampuan mendengar penderita
- aktivitas di rumah maupun di tempat bekerja
- keterbatasan fisik
- keadaan medis
- penampilan
- harga.

Alat Bantu Dengar Hantaran Udara

Alat ini paling banyak digunakan, biasanya dipasang di dalam saluran telinga dengan sebuah penutup kedap udara atau sebuah selang kecil yang terbuka.

- Alat Bantu Dengar Yang Dipasang Di Badan
Digunakan pada penderita tuli dan merupakan alat bantu dengar yang paling kuat.
Alat ini disimpan dalam saku kemeja atau celana dan dihubungkan dengan sebuah kabel ke alat yang dipasang di saluran telinga.
Alat ini seringkali dipakai oleh bayi dan anak-anak karena pemakaiannya lebih mudah dan tidak mudah rusak.

- Alat Bantu Dengar Yang Dipasang Di Belakang Telinga
Digunakan untuk penderita gangguan fungsi pendengaran sedang sampai berat.
Alat ini dipasang di belakang telinga dan relatif tidak terlihat oleh orang lain.

- CROS (contralateral routing of signals)
Alat ini digunakan oleh penderita yang hanya mengalami gangguan fungsi pendengaran pada salah satu telinganya.
Mikrofon dipasang pada telinga yang tidak berfungsi dan suaranya diarahkan kepada telinga yang berfungsi melalui sebuah kabel atau sebuah transmiter radio berukuran mini.
Dengan alat ini, penderita dapat mendengarkan suara dari sisi telinga yang tidak berfungsi.

- BICROS (bilateral CROS)
Jika telinga yang masih berfungsi juga mengalami penuruna fungsi pendengaran yang ringan, maka suara dari kedua telinga bisa diperkeras dengan alat ini.

Alat Bantu Dengar Hantaran Tulang

Alat ini digunakan oleh penderita yang tidak dapat memakai alat bantu dengar hantaran udara, misalnya penderita yang terlahir tanpa saluran telinga atau jika dari telinganya keluar cairan (otore).

Alat ini dipasang di kepala, biasanya di belakang telinga dengan bantuan sebuah pita elastis. Suara dihantarkan melalui tulang tengkorak ke telinga dalam.
Beberapa alat bantu dengar hantaran tulang bisa ditanamkan pada tulang di belakang telinga.


PENCANGKOKAN KOKLEA

Pencangkokan koklea (implan koklea) dilakukan pada penderita tuli berat yang tidak dapat mendengar meskipun telah menggunakan alat bantu dengar.

Alat ini dicangkokkan di bawah kulit di belakang telinga dan terdiri dari 4 bagian:
- Sebuah mikrofon untuk menangkap suara dari sekitar
- Sebuah prosesor percakapan yang berfungsi memilih dan mengubah suara yang tertangkap oleh mikrofon
- Sebuah transmiter dan stimulator/penerima yang berfungsi menerima sinyal dari prosesor percakapan dan merubahnya menjadi gelombang listrik
- Elektroda, berfungsi mengumpulkan gelombang dari stimulator dan mengirimnya ke otak.

Suatu implan tidak mengembalikan ataupun menciptakan fungsi pendengaran yang normal, tetapi bisa memberikan pemahaman auditoris kepada penderita tuli dan membantu mereka dalam memahami percakapan.

Implan koklea sangat berbeda dengan alat bantu dengar.
Alat bantu dengar berfungsi memperkeras suara. Implan koklea menggantikan fungsi dari bagian telinga dalam yang mengalami kerusakan.

Jika fungsi pendengaran normal, gelombang suara diubah menjadi gelombang listrik oleh telinga dalam. Gelombang listrik ini lalu dikirim ke otak dan kita menerimanya sebagai suara.
Implan koklea bekerja dengan cara yang sama. Secara elektronik, implan koklea menemukan bunyi yang berarti dan kemudian mengirimnya ke otak.

PENCEGAHAN
Penanggulangan aids: libatkan mereka yang terinfeksi
22/07/2008 - nita-medicastore.com

Saat ini, mereka yang terinfeksi HIV masih merasa terbatas untuk mengakses sarana dan prasarana kesehatan. Belum lagi penolakan terhadap pasien HIV di sejumlah rumah sakit, sampai penyangkalan hak untuk mendapat pekerjaan yang layak.

Kesulitan yang dihadapi oleh sebagian pasien terinfeksi HIV termasuk sering terhentinya ketersediaan dan distribusi obat antiretroviral (ARV). Padahal mereka memerlukan obat ARV setiap hari secara teratur seumur hidupnya.

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melibatkan orang terinfeksi HIV dalam program penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS. Diharapkan mereka dapat memberikan masukan untuk memperbaiki masalah struktural terkait HIV/AIDS.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2006, pelibatan orang terinfeksi HIV sangat penting dalam penanggulangan HIV. Peraturan Presiden tersebut juga menjadi landasan bagi jaringan nasional orang terinfeksi HIV sebagai anggota Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). Namun hingga akhir tahun 2006, belum ada jaringan yang dibutuhkan untuk mengisi tempat tersebut.

Melalui musyawarah nasional yang berlangsung di Jakarta, barulah pada tanggal 9 Juli 2008, Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) resmi berdiri. JOTHI akan berfungsi meningkatkan upaya pelibatan orang terinfeksi HIV secara lebih bermakna dalam penanggulangan AIDS.

jaringan_orang_terinfeksi_hiv_indonesia
Ki-ka: Moderator, Iman Permana (JOTHI);
dan Dr. Fonny J. Silfanus, M.Kes (KPAN)

"Sesuai dengan visi kami yakni penegakan HAM untuk orang yang terinfeksi HIV tanpa stigma dan diskriminasi, maka dapat secara jelas dilihat fokus kegiatan kami adalah melakukan upaya-upaya advokasi dengan adanya perlibatan orang yang terinfeksi HIV secara langsung dan intens," jelas pengurus JOTHI, Iman Permana, di Jakarta, 18 Juli 2008.

Salah satu hal yang disoroti oleh JOTHI adalah ketersediaan obat ARV di sarana pelayanan kesehatan. Distribusi dan ketersediaan obat yang tersendat bahkan sempat terjadi kekosongan persediaan, kerap membuat pasien yang terinfeksi HIV menjadi putus berobat.

“Jika pasien terlambat mengkonsumsi obat, maka virus HIV akan menjadi resisten (kebal) terhadap obat ARV lini pertama. Konsekuensinya adalah pasien harus mengkonsumsi obat ARV lini kedua yang lebih ampuh namun mahal harganya,” kata Dr. Fonny J. Silfanus, M.Kes selaku Deputi Program Komisi Penanggulangan AIDS Nasional.

Dr. Fonny mengakui bahwa dalam permasalahan ketersediaan obat ARV ini masih diperlukan penataan terhadap sistem procurement (persediaan) dan distribusi. Adapun untuk mengatasi kekosongan obat ARV, idealnya persediaan sudah ada di Dinas Kesehatan Provinsi untuk 6 bulan ke depan, untuk kemudian didistribusikan ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan lain.

Menyoal tentang stigma dan diskriminasi yang masih melekat pada orang terinfeksi HIV, Dr. Fonny menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena faktor ketidaktahuan dan ketakutan akan tertular HIV. Di sinilah perlu adanya sosialisasi yang benar tentang penanganan HIV/AIDS dari pemerintah dan segenap elemen masyarakat. “Jika kita berusaha agar tidak takut (terhadap penanganan HIV), maka tidak akan ada lagi diskriminasi (terhadap orang terinfeksi HIV),” ungkap Dr. Fonny.
Tingkatkan kualitas hidup dengan meringankan gejala menopause seminar
18/07/2008 - Sri - medicastore.com

Meningkatnya umur harapan hidup perempuan, sayangnya tidak diikuti dengan meningkatnya kualitas hidupnya. Hal ini berkaitan erat dengan terjadinya menopause yang pasti akan dialami oleh setiap perempuan. Saat seorang perempuan menopause yang terjadi adalah berhentinya indung telur menghasilkan sel telur dan berkurangnya pembentukan hormon perempuan yaitu estrogen dan progesterone.

Menjelang menopause (pramenopause) perempuan akan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, jumlah dan lama menstruasi yang semakin sedikit. Perubahan ini biasanya terjadi secara bertahap dan bisa berlangsung selama 2-3 tahun. Bila perempuan tersebut tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan, maka perempuan tersebut dipastikan telah mengalami pascamenopause.

Tidak dapat hamil lagi karena menopause banyak diketahui dan disadari oleh perempuan Indonesia. Namun sedikit yang memahami menopause dan mendatangi dokter bila mereka mengalami gejala klimakterik akibat penurunan hormon estrogen.

Gejala klimakterik biasanya mulai dirasakan mulai masa pramenopause hingga pascamenopause. Gejala yang dirasakan antaranya haid yang tidak teratur, kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan (gejolak panas atau hot flashes), gangguan suasana hati, sulit tidur, jantung berdebar, pusing dan mudah pingsan, pengeringan dan penipisan pada vagina, libido menurun dan tidak bisa menahan buang air kecil. Gejala-gejala ini biasanya dapat menimbulkan stress dan berdampak pada penurunan kualitas hidup dan rasa percaya diri.

Selain itu keluhan jangka panjang akibat kekurangan horman estrogen saat menopause adalah osteoporosis (penurunan masa tulang), penyakit jantung / kardiovaskuler, demensia, stroke, mata kering dan kanker usus. Di Indonesia, osteoporosis adalah penyebab utama patah tulang pinggul dan tulang belakang & nyeri sendi pada perempuan menopause.

Prof. Dr. Ali Baziad, SpOG kepala divisi Imunoendrokrinologi Dep. Obgin FKUI/RSCM mengungkapkan rasa keprihatinannya akan penurunan kualitas hidup yang menurun drastis setelah perempuan tersebut tidak lagi mendapatkan haid. Banyak pasiennya yang datang dengan keluhan jantung berdebar, sulit tidur, rasa panas dan berkeringat berlebihan dengan membawa hasil laboratorium yang semuanya menunjukkan normal. Tak jarang pula ia menemukan pasien yang membawa lebih dari 10 jenis obat – obatan untuk mengatasi pelbagai keluhannya. Setiap obat tersebut habis, keluhannya datang lagi.

Satu pertanyaan penting yang diajukan oleh Prof. Ali adalah kapan keluhan tersebut mulai dirasakan, bila keluhan tersebut mulai dirasakan saat tidak lagi mendapatkan menstruasi, bisa dipastikan penyebabnya adalah karena berkurangnya hormon estrogen didalam tubuh. Maka obat yang diberikan adalah dengan menggantikan hormon estrogen alami dengan Terapi Sulih Hormon.

Ketakutan terhadap Terapi Sulih Hormon yang memicu terjadinya kanker payudara, dengan tegas dibantah olehnya. Pada kesempatan media edukasi Terapi Sulih Hormon; Meringankan Gejala Menopause, Tingkatkan Kualitas Hidup di Jakarta 10 Juli 2008, Prof. Dr. Ali Baziad, SpOG menegaskan bahwa kini terapi sulih hormon yang diberikan adalah terapi hormon estrogen terbaru yang sekaligus mengandung 1 mg estradiol dan 2 mg drospirenone, dimana hormon estrogen dengan yang diberikan adalah, alami dan sama persis dengan hormon yang ada dalam tubuh perempuan yaitu 17 Beta Estradiol dengan dosis yang lebih kecil. Sehingga berbeda dengan estrogen yang terbuat dari bahan sintetis seperti yang ada di pil KB yang dikabarkan meningkatkan risiko kanker payudara.

Terapi sulih hormon ini memberikan hasil yang lebih baik apabila mulai diberikan pada saat pramenopause, baik perempuan dengan keluhan maupun tanpa keluhan akan gejala klimaterik. Biasanya diberikan selama lima hingga delapan tahun. Selama mengkonsumsinya Prof. Ali mewajibkan pasiennya untuk melakukan pemeriksaan berkala yang meliputi pap smear setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali dan mammografi setiap 1 hingga 2 tahun sekali. Bila satu atau dua bulan gejala klimakterik tidak berkurang, maka kemungkinan pasien tersebut juga mengalami gangguan kesehatan akibat penyakit lainnya.

Namun terapi sulih hormon tidak dapat diberikan pada wanita yang pernah mengalami riwayat stroke, kanker payudara, resiko tinggi kanker payudara dan kanker darah , perdarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti, penyakit hati akut, penyakit pembekuan darah , diketahui atau dicurigai memiliki estrogen-dependent neoplasia, memiliki penyakit ginjal, selama nilai fungsi ginjal tidak kembali normal, hypertriglyceridaemia berat.

Tujuan pemberian terapi hormon ini bukanlah untuk menjadikan supaya haid datang lagi, dan bukan pula mencegah penuaan, namun ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause dengan cara meringankan bahkan menghilangkan keluhan menopause, mencegah osteoporosis dan penyakit jantung koroner dan dementia atau pikun.

Tips dari Prof Ali, untuk mengantisipasi timbulnya gejala klimaterik dan penyakit yang mengiringi menopause bisa juga dengan mengonsumsi kacang merah, kacang kedelai, pepaya, dan bengkuang. Namun makanan ini harus sering dikonsumsi saat kita masih muda dan jauh sebelum memasuki masa menopause.
Tingkatkan kualitas hidup dengan meringankan gejala menopause seminar
18/07/2008 - Sri - medicastore.com

Meningkatnya umur harapan hidup perempuan, sayangnya tidak diikuti dengan meningkatnya kualitas hidupnya. Hal ini berkaitan erat dengan terjadinya menopause yang pasti akan dialami oleh setiap perempuan. Saat seorang perempuan menopause yang terjadi adalah berhentinya indung telur menghasilkan sel telur dan berkurangnya pembentukan hormon perempuan yaitu estrogen dan progesterone.

Menjelang menopause (pramenopause) perempuan akan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, jumlah dan lama menstruasi yang semakin sedikit. Perubahan ini biasanya terjadi secara bertahap dan bisa berlangsung selama 2-3 tahun. Bila perempuan tersebut tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan, maka perempuan tersebut dipastikan telah mengalami pascamenopause.

Tidak dapat hamil lagi karena menopause banyak diketahui dan disadari oleh perempuan Indonesia. Namun sedikit yang memahami menopause dan mendatangi dokter bila mereka mengalami gejala klimakterik akibat penurunan hormon estrogen.

Gejala klimakterik biasanya mulai dirasakan mulai masa pramenopause hingga pascamenopause. Gejala yang dirasakan antaranya haid yang tidak teratur, kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan (gejolak panas atau hot flashes), gangguan suasana hati, sulit tidur, jantung berdebar, pusing dan mudah pingsan, pengeringan dan penipisan pada vagina, libido menurun dan tidak bisa menahan buang air kecil. Gejala-gejala ini biasanya dapat menimbulkan stress dan berdampak pada penurunan kualitas hidup dan rasa percaya diri.

Selain itu keluhan jangka panjang akibat kekurangan horman estrogen saat menopause adalah osteoporosis (penurunan masa tulang), penyakit jantung / kardiovaskuler, demensia, stroke, mata kering dan kanker usus. Di Indonesia, osteoporosis adalah penyebab utama patah tulang pinggul dan tulang belakang & nyeri sendi pada perempuan menopause.

Prof. Dr. Ali Baziad, SpOG kepala divisi Imunoendrokrinologi Dep. Obgin FKUI/RSCM mengungkapkan rasa keprihatinannya akan penurunan kualitas hidup yang menurun drastis setelah perempuan tersebut tidak lagi mendapatkan haid. Banyak pasiennya yang datang dengan keluhan jantung berdebar, sulit tidur, rasa panas dan berkeringat berlebihan dengan membawa hasil laboratorium yang semuanya menunjukkan normal. Tak jarang pula ia menemukan pasien yang membawa lebih dari 10 jenis obat – obatan untuk mengatasi pelbagai keluhannya. Setiap obat tersebut habis, keluhannya datang lagi.

Satu pertanyaan penting yang diajukan oleh Prof. Ali adalah kapan keluhan tersebut mulai dirasakan, bila keluhan tersebut mulai dirasakan saat tidak lagi mendapatkan menstruasi, bisa dipastikan penyebabnya adalah karena berkurangnya hormon estrogen didalam tubuh. Maka obat yang diberikan adalah dengan menggantikan hormon estrogen alami dengan Terapi Sulih Hormon.

Ketakutan terhadap Terapi Sulih Hormon yang memicu terjadinya kanker payudara, dengan tegas dibantah olehnya. Pada kesempatan media edukasi Terapi Sulih Hormon; Meringankan Gejala Menopause, Tingkatkan Kualitas Hidup di Jakarta 10 Juli 2008, Prof. Dr. Ali Baziad, SpOG menegaskan bahwa kini terapi sulih hormon yang diberikan adalah terapi hormon estrogen terbaru yang sekaligus mengandung 1 mg estradiol dan 2 mg drospirenone, dimana hormon estrogen dengan yang diberikan adalah, alami dan sama persis dengan hormon yang ada dalam tubuh perempuan yaitu 17 Beta Estradiol dengan dosis yang lebih kecil. Sehingga berbeda dengan estrogen yang terbuat dari bahan sintetis seperti yang ada di pil KB yang dikabarkan meningkatkan risiko kanker payudara.

Terapi sulih hormon ini memberikan hasil yang lebih baik apabila mulai diberikan pada saat pramenopause, baik perempuan dengan keluhan maupun tanpa keluhan akan gejala klimaterik. Biasanya diberikan selama lima hingga delapan tahun. Selama mengkonsumsinya Prof. Ali mewajibkan pasiennya untuk melakukan pemeriksaan berkala yang meliputi pap smear setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali dan mammografi setiap 1 hingga 2 tahun sekali. Bila satu atau dua bulan gejala klimakterik tidak berkurang, maka kemungkinan pasien tersebut juga mengalami gangguan kesehatan akibat penyakit lainnya.

Namun terapi sulih hormon tidak dapat diberikan pada wanita yang pernah mengalami riwayat stroke, kanker payudara, resiko tinggi kanker payudara dan kanker darah , perdarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti, penyakit hati akut, penyakit pembekuan darah , diketahui atau dicurigai memiliki estrogen-dependent neoplasia, memiliki penyakit ginjal, selama nilai fungsi ginjal tidak kembali normal, hypertriglyceridaemia berat.

Tujuan pemberian terapi hormon ini bukanlah untuk menjadikan supaya haid datang lagi, dan bukan pula mencegah penuaan, namun ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause dengan cara meringankan bahkan menghilangkan keluhan menopause, mencegah osteoporosis dan penyakit jantung koroner dan dementia atau pikun.

Tips dari Prof Ali, untuk mengantisipasi timbulnya gejala klimaterik dan penyakit yang mengiringi menopause bisa juga dengan mengonsumsi kacang merah, kacang kedelai, pepaya, dan bengkuang. Namun makanan ini harus sering dikonsumsi saat kita masih muda dan jauh sebelum memasuki masa menopause.
Medutainment “senangnya waktu makan, optimalkan tumbuh kembang anak”
29/07/2008 - Sri - medicastore.com

Menginjak usia 6 bulan, inilah saat yang paling tepat untuk memperkenalkan makanan padat pendamping ASI (MPASI) pada si kecil. Di usia ini, sudah ada beberapa tanda-tanda kesiapan fisik dan psikologis si kecil yang harus dicermati oleh setiap ibu.

Tanda kesiapan fisik untuk menerima MPASI diantaranya adalah telah berkurangnya atau hilangnya refleks menjulurkan lidah, kemampuan menghisap dan menelan makanan setengah padat, dapat memindahkan makanan dalam mulut dengan menggunakan lidah, dapat mempertahankan posisi kepala secara stabil dan tanpa bantuan, dapat diposisikan duduk dan mampu mempertahankan keseimbangan.

Sedangkan tanda psikologis yang ditunjukkan diantaranya, si kecil menunjukkan ketertarikan terhadap makanan seperti membuka mulut, menunjukkan rasa lapar dengan berusaha menggapai makanan seperti mencondongkan badan ketika disodori makanan. Bila sudah kenyang, bisa menunjukkannya dengan cara memalingkan kepala, menjauhkan badan atau dengan menutup mulut rapat-rapat.

Bila tanda-tanda kesiapan tersebut sudah ada, mulai saat inilah bunda memiliki peranan yang penting dan dituntut untuk cemerlang dalam memperkenalkan, menyajikan dan memberikan makanan yang sehat sekaligus menyenangkan, bukan hanya senang untuk bunda saja tapi juga si kecil.

Selain itu, bunda harus mengembangkan kreatifitas dan memanfaatkan 3S (Sabar, Sayang dan Senang) yang dimiliki agar mampu mengalihkan dan mengatasi dengan cerdik segala kerepotan dan semua problema yang dapat menghambat pemberian makan si buah hati. Sehingga waktu makan tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan asupan nutrisi agar balita tumbuh menjadi kuat, sehat dan cerdas namun juga menyenangkan. Bila suasana senang sudah tercipta, maka dengan mudah bunda dapat menggunakan waktu makan si kecil menjadi waktu memberikan edukasi dan stimulasi yang mampu mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Menjadikan waktu makan adalah saat yang menyenangkan dan edukatif dikenal dalam konsep MEDUTAINTMENT yaitu Meals, Education dan Entertainment.

buton
MEALS – MAKANAN

Melalui makanan, bunda memberikan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang si kecil. Berikut yang perlu bunda perhatikan:

1. Tahap pengenalan & Pemberian Makanan


Perkenalkan makanan baru pada si kecil dengan penuh kesabaran, dan agar pencernaan si kecil sehat ajaklah dia berlatih untuk mengunyah untuk menghasilkan enzim-enzim yang akan berperan membantu lambung mengolah makanan.

Pemberian makan adalah proses belajar yang dilakukan secara perlahan lahan dan bertahap. Pada awalnya makan hanya terdiri dari satu jenis makanan, diberikan sekali sehari dan sedikit dinaikkan bertahap sampai mencapai porsi yang dianjurkan. Kemudian makanan diberikan dengan porsi kecil namun sering. Pengenalan makanan satu jenis dikenalkan selama selama 3-7 hari.

Setelah perkenalan, pembagian waktu makan harus memperhatikan jarak antara waktu makan utama, makan selingan atau kudapan dan makan utama berikutnya.

2. Pemilihan jenis makanan sebagai sumber zat gizi


Pilihlah makanan dari bahan yang segar dan alami. Buah dan sayuran segar sangat penting bagi kesehatan dan merupakan sumber yang kaya akan vitamin dan mineral. Jangan lupa untuk selalu memenuhi kebutuhan protein si kecil yang bisa diperoleh dari daging, ikan, ayam, telur, tempe, tahu dan kacang-kacangan.

Pemilihan jenis dan tekstur makanan yang diberikan harus sesuai dengan perkembangan pencernaan sikecil. Bunda dapat berkreasi dengan aneka warna dari makanan yang menunjukan kandungan zat yang berbeda. Semakin bervariasi warna-warni makanannya, semakin lengkap nutrisi yang diberikan.

Untuk kondisi tertentu, makanan bayi siap saji dapat dipilih dengan memperhatikan zat yang penting untuk tumbuh kembang, bahan dan tekstur yang sesuai dengan system pencernaan, tanpa pengawet maupun zat pewarna buatan, belum kadarluarsa, higienis dan aman dikonsumsi si kecil.

3. Memberikan Serat Makanan & Cairan


Pilihlah sayuran yang kandungan seratnya tidak begitu tinggi dan tidak dalam keadaan mentah, karena perkembangan saluran pencernaan si kecil belum sempurna. Secara bertahap dan setelah saluran pencernaan sempurna, sayuran tinggi akan serat dapat diberikan untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit atau susah buang air besar.

Selain melalui air minum, kebutuhan tubuh si kecil akan cairan juga diberikan melalui makanan. Air sangat diperlukan untuk memperlancar transportasi nutrisi penting ke seluruh bagian tubuh dan ke otak. Jadi jangan sampai sikecil kekurangan air atau dehidrasi.

4. Kebersihan
Pastikan kebersihan bunda dalam mengolah, menyajikan dan memberikan makanan. Selain itu perhatikan juga kebersihan bahan makanan, peralatan masak dan perlengkapan makan serta minum yang digunakan. Sehingga si kecil tehindar dari bahaya kuman penyakit yang ada dalam makanan dan perlengkapan makanannya.

buton


EDUCATION – PENDIDIKAN

Ketika memberi makan, sebenarnya telah terjadi hubungan interaksi yang kuat antara ibu dan anak. Saat makan juga merupakan saatnya si kecil belajar, belajar mengenal rasa, mengunyah dan menelan makanan dengan baik, mengenal warna – warni makanan, mengenali bentuk dari bahan makanan yang disajikan dan berbagai perlengkapan makanan.

Ketika si kecil diberikan kesempatan untuk memegang alat makan atau memegang makanan kecil (finger food), maka bunda juga melatih si kecil untuk mandiri. Dengan pola rutinitas kegiatan makan dan tata tertib makan yang dibiasakan oleh bundanya, si kecil mengenal dan belajar disiplin.

buton


ENTERTAINMENT – MENGHIBUR

Saat anak belajar makan pertama kalinya dengan suasana gembira, maka ia akan selalu senang bila waktu makan tiba. Makan harus menjadi momentum entertainment bagi bunda atau si kecil. Bunda dapat menggunakan musik, lagu, cerita atau mainan, sehingga suasana tidak membosankan.

Tiga kunci utama penerapan konsep medutainment, yaitu berikan dengan hati dan cara yang menyenangkan, hargai keinginan buah hati dan jangan memaksa dengan kasar.

Berbagai stimulasi untuk kecerdasan dan tumbuh kembang si kecil, dapat diberikan Bunda disaat pemberian makan sikecil. Untuk mengeksploitasinya Bunda harus selalu kreatif. Jadikan waktu makan si kecil sebagai momentum indah dan menyenangkan! Sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterikatan emosi antara bunda dengan buah hati (mother-infant bonding) sekaligus pemenuhan kebutuhan asupan nutrisi dan merangsang perkembangan mental dan intelektualnya.

Nestle CERELAC MEDUTAINMENT ZONE

Pada tanggal 21 Juli 2008 di Hotel Gran Melia Jakarta, Nestle CERELAC meluncurkan Medutainment Zone dan Buku ”Senangnya Hatiku, Waktu Makan Tiba” yang berisi sejumlah informasi dan tips bagi para ibu dalam menerapkan konsep medutainment, singkatan dari meals, education dan entertainment. Peluncuran kali ini dihadiri oleh Listi Chandra Dewi sebagai Nestle Cerelac Ibu Cemerlang 2007, Bapak Brata T. Hardjosubroto dan Ibu Mirna dari Nestle Indonesia, Erika Wasito sebagai Ahli Nutrisi serta Lely Tobing sebagai ahli stimulasi (Brain Integrated Gym) .

Konsep medutainment dibuat untuk membantu para ibu mengembangkan ide-ide kreatif dalam menjadikan waktu makan anak lebih menyenangkan. Sehingga waktu makan tidak sekedar untuk memenuhi asupan nutrisi namun juga dapat dijadikan sebagai momentum edukasi dan stimulasi agar mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Untuk mensosialisasikan konsep ini, Nestle CERELAC akan menyelenggarakan Medutainment Zone di 5 kota besar di Indonesia, yaitu Royal Plaza Surabaya pada tanggal 26 – 27 Juli 2008, Panakukang Square Makassar pada tanggal 9 – 10 Agustus 2008, Balai Kartini Jakarta pada tanggal 16 – 18 Agustus 2008, Medan Fair pada Tanggal 23 – 24 Agustus dan Bandung Super Mall pada Tanggal 31 Agustus.

Medutainment Zone dapat dikunjungi dengan gratis oleh para orang tua untuk memperoleh informasi dan tips seputar tumbuh kembang anak secara interaktif dan menyenangkan. Medutainment Zone dibagi dengan tiga zona yaitu:

* Meal Zone, terdiri dari dapur ibu cemerlang dan info saji nutrisi
* Education Zone, terdiri dari talkshow & pelatihan, serta games tumbuh kembang
* Entertainment Zone, terdiri dari bingkai cinta cemerlang, music corner, dan kids play ground.

Didalam Medutainment Zone juga akan turut hadir ahli nutrisi yang akan memberikan informasi seputar asupan nutrisi terbaik bagi anak usia enam hingga dua puluh empat bulan. Juga akan diselenggarakan Brain Integrated Gym (senam integrasi otak) untuk stimulasi perkembangan otak guna melatih perkembangan fisik, sensori dan motrik buah hati.

Buku ”Senangnya Hatiku, Waktu Makan Tiba” akan dibagikan secara gratis sebanyak lima puluh ribu buku melalui rumah sakit diseluruh Indonesia. Buku ini juga dapat Anda diperoleh di setiap Medutainment Zone, namun harus berbelanja produk-produk Nestle CERELAC sebanyak lima kotak terlebih dahulu, selain itu anda akan mendapatan Buku Resep Produk Nestle CERELAC, CD Musik dan gratis berfoto di stan yang tersedi
Kelangkaan Obat Generik
Posted by MDP in Monday, February 18th 2008
Topics: Tentang Obat
Tags: Amoksisilin, Obat Generik

Pagi ini, seperti biasa, saya membuka beberapa situs berita sekedar untuk meng update informasi. Salah satu berita yang menarik perhatian saya adalah kelangkaan obat generik di Kendari. Dikatakan dalam situs tersebut bahwa amoksisilin adalah salah satu obat yang langka.

Kabar mengenai kelangkaan obat generik tertentu di pasar sebenarnya sudah lama terdengar, terutama sejak Pemerintah menurunkan harga secara bermakna pada pertengahan tahun 2006 yang lalu. Kita tahu bahwa harga jual obat generik ditentukan oleh Pemerintah. Sejak era Pemerintahan sekarang, Departemen Kesehatan memang rajin membuat kebijakan yang pro rakyat, seperti penurunan harga tadi.

Mengapa obat generik tertentu sampai langka di pasar ? Penyebabnya sederhana saja. Harga bahan baku mengalami kenaikan tapi harga jual produk jadi tetap. Saya yakin selagi masih ada keuntungan, pabrikan pasti akan tetap memproduksi. Bagi pabrikan tidak alasan untuk berhenti berproduksi selagi kapasitas masih tersedia. Bahkan kalau perlu maklon ke pabrik lain bila kekurangan kapasitas.

Khusus untuk kelangkaan amoksisilin mungkin bisa dijelaskan sebagai berikut. Pada saat terakhir Pemerintah menurunkan harga, bahan baku amoksisilin masih berharga 26 USD per kg atau kalau di rupiahkan jatuhnya sekitar Rp. 280.000. Untuk memproduksi amoksisilin 500 mg dibutuhkan bahan baku aktif sekitar 580 mg yang kalau dinilai harganya sama dengan Rp 162,4 per kaplet. Bahan baku lain, kemasan, ongkos produksi dan keuntungan pabrik sekitar Rp. 70 sehingga harga pokoknya sama dengan Rp 232,4. Bila harga netto apotek amoksisilin seperti sekarang, Rp. 30.000 per box @ 100 kaplet termasuk Ppn maka harga perhitungan diatas masih oke.

Tetapi harga bahan baku amoksisilin ternyata mengalami fluktuasi. Sejak kwartal terakhir 2006 harga mengalami kenaikan terus, bahkan pada tahun 2007 harga pernah mencapai 60 USD. Terakhir pada februari sekitar 38 USD. Itupun masih belum stabil. Dengan patokan harga jual sekarang, pabrik masih akan berproduksi bila harga bahan bakunya paling tinggi 36 USD.

Selain karena faktor harga bahan baku, kelangkaan produk jadi juga bisa disebabkan karena kelangkaan bahan baku akibat minimnya jumlah produsen. Seperti misalnya ekstrak beladon. Untuk kasus yang seperti ini kita tidak bisa berbuat apa apa karena seluruh bahan baku obat masih harus di impor.

Kelangkaan beberapa jenis obat generik yang kasusnya seperti amoksisilin akan dicoba diatasi oleh Pemerintah dengan cara mengimpor produk jadi. Cara ini efektif untuk jangka pendek tapi merugikan untuk jangka panjang. Produsen dari Cina maupun India akan sangat tertarik untuk menjadi pemasok mengingat Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi mereka. Bahkan kalau perlu dumping agar harganya sesuai dengan standar Pemerintah. Kalau ini terjadi bukan tidak mungkin produsen lokal akan gulung tikar, dan pada saatnya kelak kita akan tergantung penuh pada produk impor.

Jadi, kalau permasalahannya karena harga yang fluktuatif, saya kira tindakan impor bukan penyelesaian yang tepat. Cara yang paling efektif adalah mengoreksi kembali harga jual. Tidak populer memang, tapi apa boleh buat ?
Rekap Data DIKNAS
print halaman ini
Rekap data keseluruhan | Rekap data NASIONAL | Rekap data DIKNAS | Rekap Data DEPAG
Data yang disajikan di situs ini bersifat Online dan Real Time.
Setiap saat akan ada perubahan data seiring dengan proses pemutakhiran data yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota/Kab se Indonesia secara online ke situs ini.
Total Siswa yang terdaftar pada 03/08/2008 pk.10:05:22. = 30.617.245 orang
Propinsi Kalimantan Timur << Pilih Propinsi Lain
Kota Kab. Berau << Pilih Kota Lain
Jenjang SMK << Pilih Jenjang Lain
Status Negeri & Swasta << Pilih Status Lain
Rekap Data per Sekolah
No. NPSN Nama Alamat Status Jumlah Siswa Detil Download
1 30404243 SMK Integral Hidayatullah Jl. P. Hidayatullah Swasta 32 Detil Download
2 30404230 SMK Muhammadiyah Jl. Dr. Murdjani II Swasta 224 Detil Download
3 30404525 SMK Pariwisata Al Maarif Jl. Dr. Sutomo, Tanjung Redeb Swasta 96 Detil Download
4 30404244 SMK Sehat Persada Jl. APT Pranoto Swasta 123 Detil Download
5 30400380 SMKN 1 TANJUNG REDEB JL. PEMUDA TANJUNG REDEB Negeri 327 Detil Download
6 30404245 SMKN 2 "Pertanian & Peternakan" Berau Jl. Pulau Panjang Tanjung Redeb Negeri 162 Detil Download
7 30404356 SMKN 3 Perikanan Kelautan Tanjung Batu Negeri 116 Detil Download
TOTAL 1.080
Penggunaan obat batuk pada anak
By admin
Senin, 23-Juli-2007, 10:22:00 244 clicks Send this story to a friend Printable Version
Batuk merupakan gejala yang paling mengganggu pada anak dengan infeksi akut saluran nafas atas. Dalam praktek sehari-hari peresepan obat batuk seringkali tidak didasarkan pada pemahaman dan pertimbangan yang baik mengenai manfaat dan risikonya sehingga terjadi penggunaan obat batuk yang kurang rasional. Contoh yang sering terlihat sehari-hari ialah peresepan terlalu banyak jenis obat batuk dalam satu resep (polifarmasi) dan/atau penggunaan dosis yang terlalu tinggi, dikatakan dr. Rianto Setiabudy, saat seminar Startegi Pendekatan Klinis Secara Profesional Batuk pada Anak, 25 Juli 2006 lalu, di Jakarta

program studi sarajana keperawatan

Kesehatan merupakan hak asasi manusia sekaligus merupakan investasi untuk keberhasilan pembangunan bangsa. Masyarakat Indonesia kini semakin sadar akan kebutuhannya pada kualitas akan pelayanan kesehatan. Kebutuhan ini meningkat seiring dengan tingginya angka kejadian penyakit degeneratif dan penyakit infeksi yang semakin banyak terjadi di Indonesia saat ini. Sementara itu perawat yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan kini tak hanya dituntut untuk terampil saja, melainkan juga harus dapat memberikan asuhan keperawatan yang profesional.



STIKES A. Yani Cimahi menindaklanjuti kebutuhan tersebut dengan menawarkan Program S1 Keperawatan yang mampu menghasilkan lulusan yang profesional dalam melaksanakan asuhan keperawatan, memimpin dengan kemampuan yang sahih, dan tanggap terhadap perubahan, memberikan pengajaran sesuai dengan bidang ilmu yang terkait serta mampu melakukan penelitian disertai dengan jiwa kewirausahaan, nilai kejuangan, dan wawasan kebangsaan.



TUJUAN PROGRAM STUDI

1. Menyelenggarakan Pendidikan Keperawatan Profesional, sehingga diharapkan dapat menghasilkan perawat yang :

*
Berbudi pekerti luhur dan mempunyai Iman dan Taqwa yang kokoh
*
Mempunyai kemampuan profesional : intelektual, interpersonal, dan keterampilan dalam melaksanakan peran dan fungsinya.
*
Mampu melaksanakan asuhan keperawatan dalam menyelesaikan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat dengan pendekatan proses keperawatan.
*
Mampu menghadapi persaingan bebas dalam pelayanan kesehatan / keperawatan.
*
Mampu menerapkan teknologi tepat guna dalam melaksanakan asuhan keperawatan.
*
Menyelenggarakan penelitian sesuai ilmu dan perkembangan keperawatan meliputi : penelitian dasar, terapan, terutama yang berhubungan dengan issue keperawatan kritis.

2. Menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat ( PKM )

*
Meningkatkan keterpaduan peran keperawatan dan fungsi PKM.
*
Memberdayakan masyarakat dalam menghadapi masalah kesehatan / keperawatan dengan penekanan pada upaya preventif dan promotif.
*
Memberikan bantuan layanan konsultasi tentang keperawatan kepada masyarakat.
*
Menerapkan pendekatan model asuhan keperawatan keluarga yang profesional dengan mengaktifkan peran keluarga dalam memberikan asuhan.

PENYELENGGARAAN PROGRAM

1. Program Reguler

Program ini menerima calon mahasiswa yang berlatar belakang lulusan SMU / sederajat, menempuh 144 SKS selama 8 semester



2. Program Non Reguler

Program ini menerima calon mahasiswa yang berlatar belakang lulusan SMU / sederajat, menempuh 144 SKS selama 8 semester



WAKTU PERKULIAHAN

Waktu perkuliahan efektif dalam satu semester adalah 14 minggu.

1. Program A / Program Reguler

Perkuliahan dilaksanakan pada hari Senin sampai dengan Sabtu, dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.



2. Program B / Program Non Reguler

Perkuliahan dilaksanakan pada hari Jum�??at sampai dengan Minggu, dimulai pada pukul 7.00 WIB sampai dengan selesai.



GELAR KELULUSAN

Lulusan program studi S-1 Keperawatan pada tahap akademik akan mendapatkan gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep).
* Home
* Layanan Medis
* Pasien & Pengunjung
* Contact Us

Home » Organisasi
Komite Medis & Keperawatan
Layanan Medis

* Dokter Keluarga
* IRD/ UGD
* Installasi Farmasi
* Medical Check Up
* Poli Spesialis
o Poli Umum
o Poli Alergi
o Poli Anak
o Poli Bedah
o Poli Gigi dan Mulut
o Poli Jantung
o Poli Mata
o Poli Penyakit Dalam
o Poli THT
o Poli Tumbuh Kembang
* Klinik Satelit
o Klinik Pabrik
o Klinik PC6
o Klinik YUM
* Unit Penunjang Medis
o Radiologi
o Laboratorium
o Rehab Medik
* Kesehatan Kerja & Hiperkes

Pasien dan Pengunjung

* Panduan Berobat dan Berkunjung
* Referal Pasien
* Tarif Pelayanan
* Customer Care

Tentang RSPKT

* Sejarah Rumah Sakit
* Falsafah Layanan
* Visi, Misi dan Motto
* Prestasi dan Penghargaan
* Organisasi
o Badan Pendiri
o Badan Pengawas
o Manajemen
o Korps Karyawan
o Komite Medis & Keperawatan
* Press Corner



Internal Resources

* eMail@rspkt.com
* Intranet Portal
* Speak Up Your Mind!
* Manajemen Website



proper hijau pt. pupuk kaltim
©2007. RS. Pupuk Kaltim. Some Rights Reserved.
Maintenance by SISINFO RSPKT | Disclaimer | Credit Site
Snap Shots Options [Make this Shot larger] [Close]
Options
Disable
Get Free Shots


Close
Snap Shares for charity
Iwan’s Blog

* Halaman Depan
* About Me
* Daftar Isi
* Download
* Kontak saya

← Emboli (Embolus) LANDASAN HUKUM PROFESI PERAWAT →
PRAKTIK KEPERAWATAN SEBAGAI BENTUK PELAYANAN KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT, SUATU TINJAUAN ETIK DAN HUKUM
September 21, 2007 · 31 Komentar

Oleh :
H. Bambang Tutuko, SH., S.Kep., Ns.
Ketua PPNI Provinsi Jawa Timur

TGL 25 MEI 2007 -SURABAYA

Tulisan ini saya kutip dari situs PPNI, untuk kupersembahkan pada teman sejawat agar lebih professional dalam praktik keperawatan

PELAYANAN KEPERAWATAN

Bentuk Pelayanan :

1.

Fisiologis
2.

Psikologis
3.

Sosial dan Kultural

Diberikan karena :

*

Ketidakmampuan
*

Ketidakmauan
*

Ketidaktahuan Dalam memenuhi kebutuhan dasar
yang sedang terganggu

FOKUS KEPERAWATAN :
Respons Klien Terhadap :
Penyakit
Pengobatan
Lingkungan

Praktik Keperawatan Profesional
Tindakan Mandiri Perawat Profesional

Melalui Kerjasama Dengan :
Klien
Tenaga Kesehatan Lain

Sesuai Dengan :
Wewenang
Tanggung Jawab

Menggunakan Pendekatan
Proses Keperawatan Yang Dinamis

KEWENANGAN PERAWAT :
1. Melaksanakan pengkajian keperawatan
2. Merumuskan diagnosis keperawatan
3. Menyusun rencana tindakan keperawatan
4. Melaksanakan tindakan keperawatan (termasuk tindakan medik yang dapat dilakukan perawat)
5. Melaksanakan evaluasi terhadap tindakan
6. Mendokumentasikan hasil keperawatan
7. Melakukan kegiatan konseling kesehatan kepada sistem klien
8. Melaksanakan tindakan medis sebagai pendelegasian berdasarkan kemampuannya
9. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam kondisi darurat yang mengancam nyawa sesuai ketentuan yang berlaku (Standing Order) di sarana kesehatan
10. Dalam kondisi tertentu, dimana tidak ada tenaga yang kompeten, perawat berwenang melaksanakan tindakan kesehatan diluar kewenangannya

TANGGUNG JAWAB UTAMA PERAWAT ADALAH :
1. Meningkatkan Kesehatan
2. Mencegah Penyakit
3. Memulihkan Kesehatan
4. Mengurangi Penderitaan

LINGKUP PRAKTIK KEPERAWATAN
1. Memberikan asuhan keperawatan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan sederhana dan kompleks.
2. Memberikan tindakan keperawatan langsung, pendidikan, nasehat, konseling, dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan system klien.
3. Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan dan tatanan lainnya.
4. Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas, pelayanan KB, imunisasi, pertolongan persalinan normal dan menulis permintaan obat/resep.

CAKUPAN PERILAKU PERAWAT :

*

Tindak pidana terhadap nyawa.
*

Tindak terhadap tubuh
*

Tindak pidana yang berkenaan dengan Asuhan Keperawatan semata untuk tujuan komersial
*

Tindak pidana yang berkenaan dengan pelaksanan Asuhan Keperawatan tanpa keahlian atau kewenangan
*

Tindak pidana yang berkenaan dengan tidak dipenuhinya persyaratan administratif
*

Tindak pidana yang berkenaan dengan hak atas informasi
*

Tindak pidana yang berkenaan dengan produksi dan peredaran alat kesehatan dan sediaan informasi
*

Mengakibatkan orang mati atau luka karena salahnya.

KUHP Pasal 359
Barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang, dihukum penjara selama - lamanya lima tahun atau kurungan selama - lamanya satu tahun.

KUHP Pasal 360

1.

Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang Luka Berat di hukum dengan hukuman penjara selama - lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama - lamanya satu tahun.
• Luka berat : Penyakit / luka yang tak boleh harap akan sembuh lagi dengan sempurna atau mendatangkan bahaya maut.
2.

Barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka sedemikian rupa sehingga orang itu menjadi sakit sementara atau tidak dapat menjalankan jabatannya atau pekerjaannya sementara, dihukum dengan hukuman penjara selama - lamanya 9 bulan atau hukuman kurungan selama - lamanya 6 bulan.

KUHP Pasal 361
Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam melakukan sesuatu jabatan atau pekerjaan, maka hukuman dapat ditambah dengan sepertiganya dan si tersalah dapat dipecat dari pekerjaannya.

Tindakan keperawatan yang beresiko terhadap kemungkinan terjadinya sangsi hukum antara lain :
• Perawatan luka
• Monitoring cairan infus
• Monitoring pemberian O2
• Pemberian injeksi
• Memasang sonde
• Fixasi / pengikatan

5. Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter.

Berdasarkan kompetensi yang memenuhi standar dan memperhatikan
Kaidah Etik, Moral, Hukum

BOLEH DAN BISA

TINJAUAN ETIK DAN HUKUM
DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN

A. ASPEK ETIK :
Kode Etik Keperawatan

BAB II
TANGGUNG JAWAB PERAWAT
TERHADAP TUGAS

Pasal 5
Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu keluarga dan masyarakat.

Pasal 6
Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pasal 7
Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.

Pasal 8
Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.

Pasal 9
Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien/klien dalam melaksanakan tugas keperawatan serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalih tugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan keperawatan.

BAB V
TANGGUNG JAWAB PERAWAT
TERHADAP PEMERINTAH, BANGSA DAN
TANAH AIR

Pasal 17
Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.

PERAWAT DAN KLIEN
• Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.
• Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien.
• Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.
• Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sanksi Hukum Membuka Rahasia
KUHP Pasal 322
” Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia, Yang menurut jabatannya atau
pekerjaannya, baik yang sekarang maupun yang dahulu, ia diwajibkan menyimpannya,
Dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan”
 Pembuktian bahwa seseorang itu membuka rahasia :
• Yang diberitahukan (dibuka) itu harus rahasia
• Bahwa orang itu diwajibkan untuk menyimpan rahasia tersebut, dan ia harus betul-betul mengetahui bahwa ia harus wajib menyimpan rahasia itu
• Bahwa kewajiban untuk menyimpan rahasia itu adalah akibat dari suatu jabatan atau pekerjaan sekarang maupun maupun yang dahulu pernah ia jabat
• Membukanya rahasia itu dilakukan dengan sengaja

Pasal 23
1. Perawat dalam menjalankan praktik perorangan sekurang-kurangnya memenuhi persyaratan :
• Memiliki tempat praktik yang memenuhi syarat kesehatan.
• Memiliki perlengkapan untuk tindakan asuhan keperawatan maupun kunjugan rumah.
• Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi buku catatan kunjungan, formulir catatan tindakan asuhan keperawatan serta formulir rujukan.
2. Persyaratan perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sesuai dengan standart perlengkapan asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi.

PERMASALAHAN DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN YANG DAPAT MENIMBULKAN MASALAH HUKUM

1. Membuka Rahasia
Rahasia : yaitu barang sesuatu yang hanya diketahui oleh yang berkepentingan, sedangkan orang lain belum mengetahuinya.
Tuntutan untuk menyimpan rahasia bagi perawat
• Kode etik keperawatan Indonesia hubungan perawat dan klien,
butir 4, perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang
diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya.
• Asas Etik� Asas Kerahasiaan tenaga kesehatan harus
menghormati kerahasiaan klien, meskipun telah meninggal
• SK Menkes 1239/2001 Pasal 16 huruf C
a. Perawat berkewajiban menyimpan kerahasiaan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku
b. Lafal sumpah jabatan Perawat

PERAWAT DAN PRAKTIK

Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi di bidang
keperawatan melalui belajar terus menerus.
Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang kuat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain.
Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional.

B. ASPEK HUKUM
I. Undang - Undang No. 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan

Pasal 32
1. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan diselenggarakan untuk mengembalikan status kesehatan akibat penyakit, mengembalikan fungsi badan akibat cacat atau menghilangkan cacat.
2. Penyembuhan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu
kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat di pertanggungjawabkan.
3. Pengobatan dan atau perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu
kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat di
pertanggungjawabkan.
4. Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu
kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.

Pasal 50
1. Tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian dan atau kewenangan tenaga kesehatan yang bersangkutan.

Pasal 53
1. Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
2. Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien.

Pasal 54
1. Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melaksanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin.
2. Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kelalaian di tentukan oleh Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan.

Pasal 55
Setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan.

II. PP No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan

BAB III

Pasal 4
Tenaga kesehatan hanya dapat melakukan upaya kesehatan
Setelah tenaga kesehatan yang bersangkutan
Memenuhi ijin dari menteri

III. KepMenKes No. 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik
Perawat

BAB III

Pasal 8
1. Perawat dapat melaksanakan praktik keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan, praktik perorangan dan atau kelompok.
2. Perawat yang melaksanakan praktik keperawatan pada sarana pelayanan kesehatan harus memiliki SIK.
3. Perawat yang melaksanakan praktik perorangan / berkelompok harus memiliki SIPP.

BAB IV

Pasal 15
Perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan berwenang untuk :
1. Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan.
2. Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir a meliputi : intervensi keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
3. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimanadimaksud huruf a dan b harus sesuai dengan standart asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi.
4. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter.

Pasal 17
Perawat dalam melakukan praktik keperawatan harus sesuai dengan kewenangan yang diberikan, berdasarkan pendidikan dan pengalaman serta dalam memberikan pelayanan berkewajiban mematuhi standart profesi.

Pasal 19
Perawat dalam melakukan praktik keperawatan harus senantiasa meningkatkan mutu pelayanan profesinya dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya, baik diselenggarakan oleh pemerintah maupun organisasi profesi.

Pasal 20
1. Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa seseorang / pasien, perawat berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan diluar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 15.
2. Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk penyelamatan jiwa.

SIMPULAN

Pengendalian praktik keperawatan secara internal adalah Kode Etik sedangkan secara eksternal adalah hukum
Praktik keperawatan harus dilakukan secara BENAR dalam arti keilmuanya dan BAIK dalam arti aspek Etik dan Legalnya.
Praktik keperawatan berkaitan erat dengan kehidupan manusia untuk itu praktik keperawatan harus dilakukan oleh perawat profesional yang berkompeten.
Setiap perawat yang praktik wajib memiliki SIP, SIK, SIPP.

Kategori: Keperawatan
31 tanggapan so far ↓

*

Wawan // September 28, 2007 pada 4:50 am

Kewajiban memiliki SIP, SIK, SIPP dibarengi dengan kebijakan yang berimbang yang meningkatkan martabat perawat di mata masyarakat, karena Image Perawat hanyalah profesi yang dilirik sebelah mata, dengan bukti masih banyak perawat yang pendapatannya rendah dan tidak percaya diri mengakui dirinya seorang perawat
*

mitha // Nopember 5, 2007 pada 3:54 pm

tidur yuuuuuuukkkkkkkkkk……………
*

AstaQauliyah // Nopember 10, 2007 pada 5:01 pm

Artikelnya bagus mas.. keep blogging. Memang, problem besar kesehatan kita saat ini adalah disharmoni profesionalitas antara dokter dan perawat..
*

wahadi // Nopember 20, 2007 pada 1:08 am

luar biasa.
mau tanya untuk mengukur tingkat kepuasan perawat. al hal apa yang ditanyakan dalam kuesioner?
atas perhatian bapak maksih
*

fukoyamazz // Nopember 22, 2007 pada 6:38 am

males buanget,,,,!!!!!!
*

FI2N // Desember 9, 2007 pada 12:47 pm

Artikel keren perlu dipahami bagi seluruh perawat di Indo.untuk meningkatkan kualitasnya.Ok….. berjuang terus Perawat Indonesia……….
*

tista // Desember 25, 2007 pada 1:59 pm

Menjadi pertanyaan besar kita semua terkait dengan keberadaan perawat di mata hukum. Kenapa perawat hingga saat ini masih dipandang sebelah mata oleh para pejabat legeslatif pembuat undang-undang. Hingga saat ini perawat belum mememiliki undang-undang yang jelas. Kemudian juga yang sangat memprihatikan adalah terkait dengan imbalan bagi perawat. Kita perawaty memang sebagai malaikat penyelamat manusia namun disisi balik tersebut, perawat jugalah seorang manusia yang membuntuhkan finansial untuk menunjang kehidupannya. Perawat masih belum mendapatkan imbalan yang layak dan relevan sesuai dengan beban kerja yang diharapkan. Tanpa adanya imbalan yang sesuai, mustahil perawat dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar sesuai aturan jika belum merdeka dari perawat itu sendiri. Orang-orang yang berada di PPNI sya anggap sebagi tikus profesi yang tidak pernah memperjuangkan nasib perawat yang berada di klinik dan lainnya. Mereka memang telah memberikan usaha dalam peningkatan harkat dan harga diri perawat contohnya tentang undang-undang perawat. Namun sesungguhnya nilai murni harapan dari perawat adalah adanya imbalan yang sesuai dengan beban kerja yang diberikan. Apakah memang profesi perawat telah menjadi bubur yang berarti adanya kesalahan disemua sistem dan sektor yang selama ini masih dijalankan. Pernahkah hal ini dianalisa oleh PPNI. PPNI kurang bijak sebagai badan pengayo dari profesi keperawatan karena meskipun dengan adanya PPNI pusat maupun cabang sama saja tidak mencerminkan suatu rasa kebersamaan dan kesatuan profesi. Namun mereka senantiasa melakukan persaingan antar perawat dalam PPNI. Apakah ini fungsi dari PPNI? Satu kata buat PPNI : FUCK U. . .

IWANSAIN:

Kita masih perlu bersabar, merubah kondisi yang sudah berakar tahunan dalam profesi tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi semua itu butuh proses. saya yakin teman-teman yang ada di PPNI selalu terus berjuang untuk kemajuan perawat. Hanya saja, saya melihat bahwa kita kurang dekat dengan pengambil kebijakan sehingga keputusan yang dicetuskan oleh pemerintah seakan-akan selalu merugikan perawat. andainya dijajaran depkes duduk teman-teman kita, maka saya yakin, nasib kita pun bisa lebih diperhatikan.. terlepas dari itu, yang terpenting adalah kita tetap bekerja secara profesional, berikan pelayanan yang terbaik untuk pasien…
*

edi toe2 // Desember 26, 2007 pada 9:38 am

Setiap bulan di daerah, gaji sekian ribu untuk PPNI…namanya iuran PPNI…apa dan siapa saja yang di PPNI, saya sebagai perawat daerah tidak mengetahuinya…karena PPNI hanya ada di slip gaji saja tanpa ada tindakan, sosialisasi bahkan mau memajukan perawat….
*

fouranda // Januari 14, 2008 pada 3:10 am

sy mw tnya, pa sj kebutuhan pelayanan kesehatan dari kelompo2 kultural&non kultural yang berbeda dikelompok masyarakat???
Bisakah anda menjelaskannya??
*

mymoon_aceh // Januari 16, 2008 pada 5:15 am

makasih bgt… artikelnya membantu bgt nyelesain tugas kuliah saya…
hidup perawat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!111
hidup perawat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
*

jemjefnom // Januari 27, 2008 pada 10:56 am

wah artikelnya good banget deh,btw ik mo buka balai pemeriksaan kes boleh dong yang penting tau uunya deh. Bagaimana menurut teman2 sejawat yang perawat?
*

saefuddin zuhri // Februari 19, 2008 pada 12:56 pm

wah ppni hebat sekali, teruskan perjuanganmu ppniku
*

chika // Maret 17, 2008 pada 2:18 am

mau numpang tanya, kalau perawat praktek, boleh nyimpan obat-obatan ndak ya?
Peraturan mana yang membolehkan penyimpanan dan pemberian obat kepada pasien oleh pwerawat???
*

chika // Maret 17, 2008 pada 2:21 am

saya butuh banget jawaban. tolong teman2 ppni.
*

Shinta // Maret 30, 2008 pada 2:10 pm

Mau nanya nih :
diatas disebutkan kewenangan perawat salah satunya adalah :”Melaksanakan tindakan keperawatan (termasuk tindakan medik yang dapat dilakukan perawat)”
Pertanyaannya :
1. Apakah dibenarkan seorang perawat melakukan tindakan medis tanpa kolaborasi dengan dokter baik di dalam rumah sakit maupun di rumah pasien ?
2. Apakah seorang perawat itu berkompetensi memberikan tindakan medis tanpa kolaborasi dengan dokter ?
3. Apakah sudah ada standar kompetensi profesi perawat ?
Terima Kasih
*

Erwin // April 6, 2008 pada 12:47 pm

perawat sekarang kwalitasnya buruk semua…..!!!
*

geni // April 9, 2008 pada 1:12 pm

tulis donk etika keperwatan tu pa ja……..
bwt erwin, kata sapa smua perwat buruk
*

hassan // April 10, 2008 pada 6:32 am

nurse 4 being
(n_n)
*

Mrs_3st // April 11, 2008 pada 3:56 am

buat erwin…terimakasih atas kritikan yang diberikan…semoga mjd motivasi bagi smua perawta indonesia agar terus meningkatkan diri….tapi tolong….saat anda berikan kritik disertai alasan….dan….lebih dengan…rasionalisasi saat berkomentar…terima kasih banyak…saya yakin semua perwt indonesia ingin yang terbaik buat pasiennya…matur nuwun
*

heri purwanto // April 17, 2008 pada 4:03 pm

moga2 keperawatan segera menemukan jadi dirinya dalam perkembangan pelayanan kesehatan di RS.
*

iqbal // April 24, 2008 pada 10:58 pm

buat pa hertanto…kalo gitu kita tidak perlu lagi dokter lagi, bagaimana kalo buat rs perawat, tidak ada dokternya!!!!!
*

jimmi // Mei 26, 2008 pada 8:18 am

tolong berikan saya data tentang peran,fungsi,tanggung jawab,tugas perawat gawat darurat.
*

jimmi // Mei 26, 2008 pada 8:21 am

saya minta tolong beri saya informasi tentang peran,fungsi dan tugas perawat gawat darurat.
*

wahyu ari kustanto Amd.Kep // Mei 30, 2008 pada 1:29 am

kenapa nasip perawat seperti ini kuliah mahal mahal tp gaji tak pantas apa mentri kesehatan tidak tau atau tak mau tau nasip kita?????
*

harunhdr // Mei 30, 2008 pada 3:01 am

tanya sama PPNI mas, dia yg memberikan laporan nasib perawat dg MENKES
*

sinosocia // Juni 5, 2008 pada 5:50 pm

mas, saya mau nanya:
1. Apa batasan tindakan medis itu ?
2. Apa pula batasan tindakan keperawatan itu ?
3. Apakah tindakan keperawatan itu sama dengan tritmen keperawatan ? dan
4. Apakah tritmen keperawatan itu sama dengan tindakan medis ?
Ketika perawat itu praktek maka terjadi interaksi antara klien-perawat, disini timbul pertanyaan:
5. Apakah perawat memberikan pelayanan keperawatan ataukah pelayanan medis ?
6. Apa batasnya pelayanan keperawatan dg pelayanan medis itu dlm praktek sehari2 ?
7. Apakah semua perawat telah mampu memberikan pelayanan medis ? Apa pula contoh konkret dan bukti dilapangannya ?
Terima Kasih,saya tunggu jawabannya.
*

iqbal // Juni 17, 2008 pada 2:57 am

kalian mau jadi perawat atau jadi dokter????…..tritmen keperawatan beda dengan tritmen dokter! tritmen keperawatan hampir tidak pakai obat (care), kebanyakan merupakan pendekatan ke pasien
*

iqbal // Juni 18, 2008 pada 3:27 am

siapa suruh jadi perawat………!!!mas budi gimana kita kan belajar keperawatan bukan kedokteran! kalau mau mengobati kenapa tidak jadi dokter aja mas budi!?? ….kita haarus nunjukin bahwa kita adalah perawat! saya juga kasian sekolah keperawatan terlalu banyak dan tidak bermutu lagi, jadi kita harapkan apa dari sdm seperti itu….bisa2 jadi bahan ejekan saja
*

widya // Juli 23, 2008 pada 5:56 am

Siapkan dulu diri kita sebagai perawat, benahi dulu pengetahuan dan kemampuan kita sebagai perawat sehingga pada saatnya yang tepat nanti, masyarakat dan segenap profesi yang lain akan mengetahui dan memahami ekstensi kita sebagai perawat profesional. Sehingga ketika ada perawat kita yang dapat go abroad kita bisa bangga dan bilang “Itulah Perawat Indonesia”, faktanya memang sudah banyak perawat Indonesia yang sukses sebagai perawat di luar negeri bahkan RN. Hidup perawat……!!!!!!!!!
*

anonim // Juli 30, 2008 pada 5:33 pm

Apa buktinya daenk iwan bahwa profesi perawat bakal eksis ? Anda Mimpi ya….

To anonim
Eh berkunjung lagi nich boss.
Biarlah itu jadi mimpiku, kamu nggak perlu sewot…
*

andi burhan // Juli 30, 2008 pada 5:55 pm

saran pada daenk iwan lain kali kalau mau buat artikel tolong jangan menyinggung profesi lainnya dengan merendahkan martabat profesi lain seolah2 tidak punya jasa dan peran di rumah sakit, sehingga terjadi perdebatan sengit yang tidak terelakkan dan sungguh sangat menyakitkan membacanya. Urus saja mahasiswa/i mu itu dan bersikap profesional dalam bekerja dan bertanggung jawab setiap posting yg kamu lakukan di blog ini.

To Andi Burhan
lagi-lagi kamu bos!
Aku nggak butuh saran kamu justru kamu yang mesti introspeksi diri…
Bukankah anda yang selama ini menjelek-jelekkan profesi perawat? kenapa memutar balikkan fakta, nuduh kita lagi. itu sich namanya fitnah bos!!..kamu urus dirimu sendiri, benahi dirimu bos dan tidak usah ngurus profesi kami…

Tinggalkan Komentar

Nama

Surat

Situs web

*
Yang Sedang OnLiNe
*
Pengunjung ke
o 159,583 Orang
*
Arsip
o Agustus 2008 (1)
o Juli 2008 (5)
o Mei 2008 (1)
o Maret 2008 (1)
o Januari 2008 (1)
o Desember 2007 (5)
o Nopember 2007 (2)
o Oktober 2007 (11)
o September 2007 (18)
o Agustus 2007 (6)
o Juli 2007 (9)
*
*
Renungkan...

aan dan Uci

AAN & UCI
Ask your self "Why The God Create You as a Human Being Belajar Website Blog dan Friendster
*
Kategori
*
Wellcome!!!!

Iwan & His wife

My Family

Kenapa blog ini dibuat? : Sumbangsih pemikiran untuk kemajuan perawat di Indonesia dan sebagai media pembelajaran untuk teman sejawat dan mahasiswa keperawatan.

Semoga dengan adanya Blog ini, dapat memberikan manfaat bagi perkembangan profesi . Selamat berselancar ria..
*
Siapa nich...?

muh.fauzan

Muhammad Fauzan

14-08-06_1706.jpg

Nur Afifah Fauziah
*


My blog is worth $3,387.24.
Kalau punyamu, harganya berapa?


This website is worth
What is your website worth?
*
Jangan Asal Kopi Karena tulisan ini dilindungi oleh:
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
*
*
Page Rank Check
*
Cara Membuat Blog
*
Yang Kurang Ajar
375 komentar spam
diblokir oleh
Akismet
*
Gallery
More Photos

Blog pada WordPress.com. Theme: Cutline by Chris Pearson.
Kamus Online
wait..

kata atau frase:
Suggested words:
-none-


kamus online: terjemah dari bahasa indonesia ke bahasa inggris atau sebaliknya, dan juga dari bahasa inggris ke bahasa inggris on-line.

Hasil cari dari kata atau frase: keperawatan amputasi (0.24032 detik)
Advertisement

Nothing similar to keperawatan amputasi, sorry :(
cari kata atau frase di Google
Terakhir dicari: 16:11 STRUKTUR TULANG BELAKANG AISLE sakarin conceptive Cigarette piecewise STRUCTURE STRUCTURE Thymus vulgaris osteocalcin mitokondria endometritis Monogram mitokondria resourceful resourceful tercabut resourceful genus Schizachyrium ATP ATP aku rindu kamu hemogenesis contoh paragraf analytical expos contoh paragraf analytical expos lisosom Sherardia abrupt bleakness fanlike METODE ILMIAH demant karena itu Seaworthy seluruh The SMS feature lets you send te rumusan masalah Embleming METODE ILMIAH cacing nematoda cacing nematoda cacing nematoda stok akhir METODE ILMIAH stop number chancellorship tukang sihir GAMBAR BERSENGGAMA makanan pokok makanan pokok cacing nematoda boulders\ gaya-gaya Gangrening perdagangan internasional Tombless Wayan GAMBAR BERSENGGAMA Wayan tingle fungsi hati lynch definisi geografi GAMBAR BERSENGGAMA indrawn makanan pokok Pengertian organ Gambar Metagenesis Ubur-ubur geografi Sideline Eosin geografi Eosin sekolah polisi negara sistem ekskresi chilopoda car assurance commercial sistem syaraf(nervosum) insipien plasmolisis tektonisme burung kakatua revengeful corespondentcies dokter hewan contoh surat penawaran metamorfosis dan metagenesis kata sifat bahasa perancis Gambar Metagenesis Ubur-ubur keperawatan amputasi more»

| Kamus Online - Kata pernah dicari: 1,234,287
copyright©2008 khad AT landak DOT com